Tigadigit lahir dari satu keresahan: belum ada software akuntansi yang benar-benar berpihak pada pemilik usaha yang awam angka. Kami ada untuk 65 juta UMKM Indonesia — memangkas rumitnya setup, rasa segan bertanya, dan ketakutan salah input.
65 jtUMKM kami layani
Tanpa pusingramah orang awam
Merekalah penopang terbesar negeri ini. Tapi justru di urusan keuangan, mereka paling sering ditinggalkan.
Sumber: Kementerian Koperasi & UKM dan BPS (gambaran besar peran UMKM nasional).
Bukan karena tak mau. Mereka berguguran satu per satu — dan paling banyak gugur tepat di titik paling awal: setup.
Ilustrasi perjalanan adopsi yang berulang kali kami jumpai di lapangan. Dari ratusan yang mau, hanya segelintir yang bertahan.
Kami habiskan waktu mendengarkan UMKM. Inilah tiga hal yang paling sering kami dengar.
Sebelum mencatat satu transaksi pun, UMKM dipaksa menyusun laporan laba rugi dan neraca awal terlebih dahulu. Istilah yang asing, langkah yang rumit. Banyak yang menyerah justru di sini — mentok di gerbang, sebelum melangkah.
Bertemu staf pendamping pun jadi beban. Pertanyaannya terlalu banyak, takut dianggap tidak mengerti, takut merepotkan. Akhirnya pertanyaan ditahan, kebingungan dipendam — dan diam-diam berhenti.
Bahkan setelah berjalan, setiap transaksi terasa menegangkan. Takut salah pilih akun, salah debit-kredit, salah kategori. Harus ada yang mendampingi setiap saat — dan ketika tak ada, semua berhenti.
Kami merancang ulang setiap titik yang membuat UMKM menyerah — sampai akuntansi terasa seperti mengobrol biasa.
Tiga membimbing setup saldo awal dan memandu setiap transaksi dengan bahasa manusia. Tanya berulang kali pun tak masalah — ia tak pernah lelah, tak pernah menghakimi.
Istilah yang dulu bikin minder, sekarang terasa biasa saja. Inilah cara kami mendekat ke UMKM.
Dari software akuntansi seadanya, menjadi kaya fitur — tapi tetap sederhana. Setiap fitur baru lahir dari kebutuhan nyata UMKM.
Kami mulai dari hal paling mendasar: membuat pencatatan keuangan bisa dipakai pemilik usaha yang awam akuntansi.
Mendengar UMKM, kami tambahkan fitur demi fitur tanpa mengorbankan kesederhanaan — pembukuan tetap mudah dipakai siapa saja.
Lewat fitur HRM, UMKM kini bisa mengelola karyawan, absensi, dan penggajian langsung dari Tigadigit. Dan Tiga, akuntan AI, hadir mendampingi tanpa henti.
Selama masih ada UMKM yang ingin tumbuh, pekerjaan kami tidak akan ada habisnya. Kami akan terus mendekat, menyederhanakan, dan menemani.
Belum pernah ada software sedekat ini dengan UMKM. Inilah yang kami pegang agar tetap begitu.
Bergabunglah dengan UMKM Indonesia yang akhirnya menemukan software akuntansi yang berpihak pada mereka. Gratis untuk memulai.